LINK

LINK
GUNADARMA

Senin, 11 April 2011

Struktur Percabangan pada Java

Hampir setiap program yang telah dibuat pasti menggunakan percabangan hal ini dikarenakan struktur percabangan memiliki peran yang sangat vital dalam mengatur alur jalannya program.percabangan merupakan cara untuk mengatur alur program dengan memberikan satu kondisi atau lebih. Program hanya akan menjalankan statement yang ada didalam percabangan jika kondisi bernilai benar atau true.pada java, kondisi pada percabangan harus berupa operator Boolean. Contoh:
int a = 5 // statement bukan merupakan kondisi
int a == 5 // statement yang berupa kondisi
Kondisi pada java menggunakan operator – operator Boolean yang hanya memberikan hasil true atau false seperti ==, >, <, >=, <=, !=, &, &&, |, ||.Percabangan pada Java dibagi menjadi beberapa jenis yang masing – masing tentu saja memilki fugnsi yang berbeda – beda.
a) Percabangan If
Percabangan ini hanya menggunakan satu kondisi, sintaks If:
if (kondisi) {
statement(s) ;
} if (kondisi)
statement ;
sintaks if yang pertama(kiri), digunakan jka statement yang ada didalam percabangan lebih dari satu statement, sehingga perlu dipisahkan dengan tanda kurung kurawal.sedangkan jika statement percabangan hanya berupa satu statement, tidak perlu menggunakan tanda kurung kurawal.
b) Percabangan If Else
if (kondisi) {
statement(s) ;
}
Else {
Statement(s) ;
} if (kondisi)
statement ;
Else
Statement(s) ;
Seperti percabangan if yang telah dibahas sebelumnya, percabangan if else ini juga hanya menggunakan satu kondisi, tetapi ada sedikit perbedaan, yaitu percabangan ini akan melakukan statement yang ada dalam blok program ‘else’ jika kondisi tidak terpenuhi atau bernilai salah.sintaks if else:
c) Percabangan if else if
Percabangan pada if ele if ini memungkinkan programmer untuk memberikan lebih dari satu kondisi pada percabangan.percabangan ini akan mengevaluasi nilai dari kondisi yang diberikan, lalu menjalankan statement yang ada dalam kondisi yang bernilai benar atau true.jika semua kondisi bernilai salah, maka program akan menjalankan statement yang ada didalam blok ‘else’.sintaks if else if:
if (kondisi) {
statement(s) ;
}
Else if (kondisi) {
statement (s) ;
}
Else if (kondisi) {
statement (s) ;
}
Else {
statement(s) ;
} if (kondisi)
statement ;
Else if (kondisi)
statement ;
Else if (kondisi)
statement ;
Else
statement ;
d) Percabangan Switch
Hampir sama seprti else if, switch merupakan percabangan yang menyediakan pilihan yang banyak. Switch dipakai pada bebebrapa pilihan menggunakan satu nilai variable sebagai penentu percabangan.sintaks switch:
switch (identifier){
case value1 :
statement ;
break ;
case value2 :
statement ;
break ;
default :
statement ;
break ;
}
Perlu diketahui bahwa value1 dan value2 pada sintaks diatas merupakan nilai dai variable yang ada pada identifier.dan default pada sintaks diatas akan dilakukan oleh program jika tidak ada nilai yang sesuai dengan case.
e) Ternary
Ternary merupakan alternative untuk menuliskan perintah percabangan agar lebih singkat.biasanya ternary digunakan pada percabangan – percabangan yang belum kompleks.sintaks ternary:
identifier = kondisi ? value1 : value2 ;
Demikianlah sedikit penjelasan tentang struktur percabangan pada Java.semoga dapat membantu, jika terdapat kesalahan mohon untuk dikoreksi.untuk contoh program menggunakan percabangan – percabangan seperti diatas dapat dilihat pada post selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar