LINK

LINK
GUNADARMA

Selasa, 28 Desember 2010

Peluang kerja dibidang Teknologi Informasi, Internet dan Intranet.

Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memeroses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Di era globalisasi, teknologi informasi berperan sangat penting. Dengan menguasai teknologi dan informasi, kita memiliki modal yang cukup untuk menjadi pemenang dalam persaingan global. Di era globalisasi, tidak menguasai teknologi informasi identik dengan buta huruf.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta penerapannya di berbagai bidang, telah membuka peluang kerja cukup besar bagi profesional di bidang tersebut. Mereka dapat bekerja di perusahaan, instansi pemerintah, maupun dunia pendidikan. peluang kerja di luar negeri juga cukup besar dan banyak, khususnya peluang kerja di bidang teknologi informasi. Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri adalah sebagai berikut : tenaga IT di luar negeri untuk tahun 2015 diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $ dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang. Sehingga dibutuhkan tenaga kerja sekitar 327.813 orang. Tenaga IT dapat berpeluang kerja dengan membuka warung internet.
Prospek lulusan TI dapat didukung penerapan Teknologi Informasi untuk saat ini dan dimasa yang aka datang tetap mendapat perhatian yang khusus dari segi manapun, karena bersifat strategis bagi perkembangan bangsa dan negara. Dua aspek penting dalam perkembangan bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi yitu SDM dan infrastrukturnya. Dan saat ini, sebagian besar perusahaan di Indonesia masih menggunakan paket perangkat lunak aplikasi siap pakai yang dibuat oleh perusahaan besar seperti Microsoft, Mac, Oracle, dan
lain-lain. Namun demikian peluang untuk mengembangkannya masih terbuka lebar, karena 100 produk perangakat lunak terbaik hanya mengisi tidak lebih dari 45% total pasar dunia. Kenyataan inilah yang memacu negara seperti India, Malaysia, Filipina, Thailand dan lain-lain menyediakan jasanya baik dalam bentuk pembuatan aplikasi siap pakai maupun yang bersifat jasa pelayanan.

Bahasa C (program LINKED LIST)

#include
#include

struct node * del(struct node *, int);
int length(struct node *);

struct node {
int data;
struct node *link;
};

struct node *insert(struct node *head, int n) {
struct node *temp;
if (head == NULL) {
head = (struct node *) malloc(sizeof(struct node));
if (head == NULL) {
printf("Error\n");
exit(0);
}
head-> data = n;
head-> link = NULL;
} else {
temp = head;
while (temp-> link != NULL)
temp = temp-> link;
temp-> link = (struct node *) malloc(sizeof(struct node));
if (temp -> link == NULL) {
printf("Error\n");
exit(0);
}
temp = temp-> link;
temp->data = n;
temp->link = NULL;
}
return head;
}

void printlist(struct node *pnode) {
if (pnode != NULL) {
while (pnode != NULL) {
printf("%d\t", pnode->data);
pnode = pnode-> link;
}
} else
printf("Linkedlist kosong\n");

}

int main(void) {
int n = 0, x = 0, i = 0;
struct node *start = NULL;

printf("Masukan banyak node yang akan dibuat pada linked list = ");
scanf("%d", &n);
for (i = 0; i < n; i++) { printf("Data pada node-[%i] = ", i + 1); scanf("%d", &x); fflush(stdin); start = insert(start, x); } printf("\nData - data pada linked list sebagai berikut:\n"); printlist(start); printf("% \nMasukan no node yang akan dihapus : "); scanf("%d", &n); fflush(stdin); start = del(start, n); printf("\nUpdate data pada linked list sebagai berikut:\n"); printlist(start); printf("\n\n"); system("pause"); return 0; } struct node * del(struct node *head, int node_no) { struct node *prev, *curr; int i; if (head == NULL) { printf("Tidak ada node pada linkedlist yang dapat dihapus\n"); } else { if (node_no > length(head)) {
printf(
"Angka yang anda masukan lebih besar dari panjang linkedlist\n\n");
} else {
prev = NULL;
curr = head;
i = 1;
while (i < node_no) { prev = curr; curr = curr-> link;
i = i + 1;
}
if (prev == NULL) {
head = curr->link;
free(curr);
} else {
prev->link = curr -> link;
free(curr);
}
}
}
return head;
}

int length(struct node *pnode) {
int pjg = 0;
while (pnode != NULL) {
pjg++;
pnode = pnode->link;
}
return pjg;
}

COBOL - MATRIKS

IDENTIFICATION DIVISION.
PROGRAM-ID. MATRIKS.
ENVIRONMENT DIVISION.
DATA DIVISION.
WORKING-STORAGE SECTION.
77 I PIC 9.
77 J PIC 9.
01 CETAK.
02 M1 PIC Z9.
02 M2 PIC Z9.
02 T PIC ZZ9.
01 PILIH.
02 PIL PIC 9.
01 TOTAL.
02 TOTAL-BARIS OCCURS 2 TIMES.
03 TM OCCURS 2 TIMES PIC 999.
01 MAT1.
02 BARIS1 OCCURS 2 TIMES.
03 MATRIK1 OCCURS 2 TIMES PIC 99.
01 MAT2.
02 BARIS2 OCCURS 2 TIMES.
03 MATRIK2 OCCURS 2 TIMES PIC 99.
01 ISI-LAGI PIC X.
88 LAGI VALUE 'Y', 'y'.
88 TIDAK VALUE 'T', 't'.
SCREEN SECTION.
01 HAPUS.
02 BLANK SCREEN.
01 TANDA.
02 LINE 3 COLUMN 16 VALUE '+' HIGHLIGHT.
02 LINE 3 COLUMN 31 VALUE '=' HIGHLIGHT.
01 TANDA1.
02 LINE 3 COLUMN 16 VALUE '-' HIGHLIGHT.
02 LINE 3 COLUMN 31 VALUE '=' HIGHLIGHT.
01 TANDA2.
02 LINE 3 COLUMN 16 VALUE '*' HIGHLIGHT.
02 LINE 3 COLUMN 31 VALUE '=' HIGHLIGHT.
01 MENU.
02 LINE 2 COLUMN 30 VALUE "M A T R I K S".
02 LINE 4 COLUMN 27 VALUE "1. INPUT.".
02 LINE 5 COLUMN 27 VALUE "2. TAMBAH.".
02 LINE 6 COLUMN 27 VALUE "3. KURANG.".
02 LINE 7 COLUMN 27 VALUE "4. KALI.".
02 LINE 8 COLUMN 27 VALUE "5. KELUAR.".
02 LINE 10 COLUMN 27 VALUE "PILIH [1..5] : [ ]".
02 LINE 10 COLUMN 43 PIC 9 TO PIL.
PROCEDURE DIVISION.
MULAI.
DISPLAY HAPUS.
DISPLAY MENU.
ACCEPT MENU.
IF PIL = 1
PERFORM INPUT-DATA
GO TO MULAI.
IF PIL = 2
PERFORM TAMBAH
GO TO TANYA.
IF PIL = 3
PERFORM KURANG
GO TO TANYA.
IF PIL = 4
PERFORM KALI
GO TO TANYA.
IF PIL = 5
GO TO SELESAI
ELSE
GO TO MULAI.
SELESAI.
STOP RUN.

INPUT-DATA.
MOVE 3 TO LIN.
DISPLAY HAPUS.
PERFORM ISI1
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2
COMPUTE LIN = 10.
PERFORM ISI2
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2
GO TO MULAI.

ISI1.
DISPLAY (3, 2) 'MATRIK A'.
COMPUTE LIN = LIN + 1.
DISPLAY (LIN, 2) '[', I, ',', J, '] = '.
ACCEPT MATRIK1 (I, J).

ISI2.
DISPLAY (10, 2) 'MATRIK B'.
COMPUTE LIN = LIN + 1.
DISPLAY (LIN, 2) '[', I, ',', J, '] = '.
ACCEPT MATRIK2 (I, J).

PROSES.
COMPUTE TM (I, J) = MATRIK1 (I, J) + MATRIK2 (I, J).

PROSES1.
COMPUTE TM (I, J) = MATRIK1 (I, J) - MATRIK2 (I, J).
PROSES2.
COMPUTE TM (I, J) = MATRIK1 (I, J) * MATRIK2 (I, J).
HASIL.
MOVE I TO LIN.
MOVE J TO COL.
MOVE MATRIK1 (I, J) TO M1.
MOVE MATRIK2 (I, J) TO M2.
MOVE TM (I, J) TO T.
COMPUTE LIN = LIN * 2.
COMPUTE COL = COL * 4.
DISPLAY (LIN, COL + 1) M1.
DISPLAY (LIN, COL + 16) M2.
DISPLAY (LIN, COL + 31) T.

TANYA.
COMPUTE LIN = LIN + 2.
DISPLAY(10, 5) 'ADA DATA LAGI [Y/T] ? '
ACCEPT( , ) ISI-LAGI.
IF LAGI GO TO MULAI.

TAMBAH.
DISPLAY HAPUS.
PERFORM PROSES
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2
DISPLAY TANDA.
PERFORM HASIL
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2.

KURANG.
DISPLAY HAPUS.
PERFORM PROSES1
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2
DISPLAY TANDA1.
PERFORM HASIL
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2.

KALI.
DISPLAY HAPUS.
PERFORM PROSES2
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2
DISPLAY TANDA2.
PERFORM HASIL
VARYING I FROM 1 BY 1 UNTIL I > 2
AFTER J FROM 1 BY 1 UNTIL J > 2

TES KEPERAWANAN

KONTRA ATAS “TEST KEPERAWANAN”


Mungkin ada bagusnya sih bagi siswa perempuan harus melalui tes keperawanan saat masuk sekolah buat nekan angka pergaulan bebas..
namun yah pasti ditentang oleh orang banyak karena bisa menghambat pendidikan anak tersebut.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi melempar wacana agar penerimaan siswa baru mulai dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, bagi siswa perempuan harus melalui tes keperawanan. Tes tersebut dilakukan dengan tujuan menangkal banyaknya hubungan seks bebas di kalangan pelajar.

"Wacana ini diharapkan bisa menangkal hubungan seks bebas di kalangan pelajar. Dengan adanya atuiran ini diharapkan menciptakan budaya malu bagi kalangan pelajar, sehingga takut melakukan hal perbuatan yang dilarang oleh agama tersebut," kata Bambang Susatyo, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi, kepada wartawan Rabu (22/9).

Menurut Bambang, ini baru wacana, dan akan dirapatkan kembali sebelum dibuat dalam bentuk peraturan daerah.

Bambang mengatakan bila diketahui siswi sewaktu di tes terbukti tidak perawan, bukan berarti tidak bisa diterima di sekolah tempat dia mendaftar, karena bisa saja hilangnya keperawanan akibat kecelakaan bukan melalui hubungan seks bebas.

"Peraturan itu nanti tidak berarti seseorang diketahui tidak lagi perawan lantas tidak bisa ikut sekolah. Tujuan kita hanya memberi rasa malu, sehingga para pelajar takut akan melakukan perbuatan tersebut. Bisa saja hasil tes itu akan diberi tahu kepada orang tua masing-masing supaya bisa mengetahui apa yang telah terjadi dengan anak mereka", ujarnya.

Hanya saja wacana anggota Dewan ini ditentang secara keras kalangan pelaku dunia pendidikan di Jambi. Misalnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sihabuddin, kepada Tempo, dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan hal itu.

"Kita ingin tahu dulu tujuan dari wacana tersebut. Namun jika hanya ingin tahu apakah calon siswi itu tidak lagi perawan, untuk apa? Bahkan aturan itu bisa bertentangan dengan program wajib belajar 12 tahun," katanya.

Menurut Sihabuddin, bila ada aturan itu anak-anak yang merasa dirinya tidak lagi perawan akan malu dan tidak mau melanjutkan pendidikannya.

"Bila kita ingin mengurangi adanya fenomena hubungan seks bebas di kalangan pelajar, cukup dengan melalui perkuat budi pekerti dalam diri anak melalui peran orang tua atau dengan memperbanyak memberikan materi pendidikan agama. Terus terang saya tidak setuju dengan rencana itu," kata Sihabuddin.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Rahmat Derita menganggap wacana tersebut tidak relevan dan tidak mendidik.

Beberapa murid perempuan SMP dan SMA di Kota Jambi ketika diminta komentarnya tentang hal itu, menolak dan menganggap terlalu mengada-ada. "Tidak semua pelajar mau melakukan seks bebas. Tergantung pribadinya masing-masing," kata salah seorang siswi SMP di Kota Jambi yang tak mau disebutkan jati dirinya.

Wacana tes keperawanan dan keperjakaan bagi siswa-siswi yang diajukan oleh salah satu anggota DPRD Jambi, Bambang Bayu Suseno juga menuai kritikan dari anggota DPR RI Komisi X M Hanif Dhakiri.

Sebab, hal itu dikhawatirkan akan membunuh karakter para pelajar. “Usul tes keperawanan itu menurut saya tidak jelas apa maksudnya. Jadi saya mempertanyakan ini. Jika niatnya adalah untuk melindungi siswa kita dari kecenderungan bergaul bebas, apa bisa dengan cara begitu,” kata Hanif

Menurut politisi muda PKB itu wacana tes keperawanan dikhawatirkan akan membunuh karakter para siswa dan siswi yang akan masuk ke Sekolah Menengah Umum. Selain itu hal ini juga bisa melanggar HAM dari calon murid itu sendiri, sehingga hendaknya wacana tersebut dipikirkan kembali.

“Saya khawatir hal ini justru membunuh karakter anak dan berpotensi melanggar hak dasar individu atas tubuhnya sendiri. Itu berpotensi melanggar HAM dan sama sekali tidak mendidik karena hanya menangkap fenomena post factumnya. Saya khawatir itu engga bermakna apa-apa buat peningkatan moral remaja kita,” ungkapnya.

Kendati demikian dirinya setuju jika pemerintah ingin benar-benar memberantas pergaulan bebas dikalangan remaja. Namun cara yang digunakan haruslah mementingkan dan mengedepankan HAM sehingga tidak membunuh karakter masing-masing individu.

“Saya setuju ekses pergaulan bebas harus diantisipasi, dikendalikan dan ditekan serendah mungkin. Tetapi caranya harus benar-benar tepat, tidak melanggar HAM, tidak berpotensi membunuh karakter dan masa depan anak, serta efektif untuk mencapai tujuan pemeliharaan moral anak,” tandasnya.

Di seluruh dunia ini tidak ada tes keperawanan bagi siswa, di negara-negara Timur Tengah sekalipun. Wacana ini berlebihan. Tes keperawanan itu melanggar HAM anak karena usia mereka kan masih di bawah 18 tahun. Tes keperawanan dikhawatirkan akan menimbulkan rasa takut dan trauma,” ujar Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari.

bagi saya itu sangat sangat melanggar hak asasi manusia, tidak semua gadis yg kehilangan keperawanannya adalah perempuan nakal,sering keperawanan mereka direnggut oleh orang yg paling dekat dengan mereka yg malah mestinya melindungi mereka (ayah/kakek/paman/saudara). di indo dah cukup jumlah anak yg tidak bisa bersekolah karena alasan biaya, haruskan ditambah dengan alasan keperawanan? lagipula itu diskriminatif karena hanya menyangkut wanita. jangan lupa, urusan perawan itu sangat pribadi. mending urusin hal lain, basmi kepala sekolah dan guru yang korup, buat sekolah dan buku pelajaran benar2 terjangkau..tingkatkan mutu pendidikan... menekan angka pergaulan bebas bukan dengan mengetes keperawanan. ada2 aja

Penyakit

PENYAKIT LANGKA: Zollinger-Ellison Syndrome
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 05-Nov-2007, 20:16:55 WIB
Kabar Indonesia - Sebuah penyakit langka 'Zollinger-Ellison Syndrome (ZES)'.

Definisi
ZES adalah suatukondisi langka/jarang yang memiliki ciri tukak lambung (peptic ulcers) yang sulit disembuhkan (refractory) dengan terapi medis konvensional.

ZES berhubungan dengan MEN 1, suatu kondisi autosomal dominant yang bercirikan: hyperparathyroidism, tumor endokrin pankreatik, dan tumor pituitary.

Penyebab
1) Sel non-beta islet cell, gastrin-secreting tumor pada pankreas yang menstimulasi kerja acid-secreting cells pada perut sehingga menyebabkan ulserasi mukosa saluran pencernaan (gastrointestinal mucosal ulceration).
2) Gastrinomas Gastrinomas merupakan neuroendocrine tumors (NETs) yang biasanya ditemukan di dinding duodenum (sekitar 50%) atau di pankreas.Gastrinomas dapat sesekali (sporadic) atau berhubungan dengan MEN1. Gen untuk MEN1, yang disebut MENIN, juga terlibat pada pathogenesis setidaknya sepertiga sporadic NETs, termasuk gastrinomas. Oleh karena itu, semua pasien dengan ZES sebaiknya melakukan tes genetik untuk MEN1.

Tanda/Gejala
1) Nyeri perut (abdominal pain) yang berlokasi di perut atas dan mirip ulkus peptik (peptic ulcer disease).
2) Diare. Diare ini dikarenakan kerusakan mukosa oleh aktifnya pepsinogenssebagai hasil dari sekresi asam yang berlebihan.
3) Kombinasi antara nyeri perut dan diare 4) Rasa panas, sebah, di perut (heartburn). Gejala ini mirip gastroesophageal reflux disease (GERD).5) Mual, muntah, perdarahan saluran pencernaan (gastrointestinal), dan berat badan menurun. 6) Ada riwayat batu ginjal (nephrolithiasis), hypercalcemia, dan pituitary disorders.
Pemeriksaan Fisik - Biasanya normal. Namun dapat juga disertai
1. Pucat jika ada perdarahan saluran pencernaan (gastrointestinal bleeding).
2. Kulit kekuningan (icterus/jaundice) jika tumor menekan saluran empedu. Namun ini jarang terjadi.
3. Pelunakan perut bagian atas (epigastric tenderness).
4. Terkikisnya gigi (dental erosions) jika disertai gejala GERD (gastroesophageal reflux disease).
5. Adanya pembesaran hati (hepatomegaly) menunjukkan telah menyebar ke hati (liver metastasis).
6. Detak jantung meningkat (tachycardia) dan pucat pada pasien dengan anemia karena perdarahan ulkus (bleeding ulcers)Frekuensi Di USA, ZES terjadi pada 0.1-1% pasien ulkus usus dua belas jari (duodenal ulcers).Di Swedia, incidence-nya 1-3 kasus per juta pasien tiap tahunnya.Di Irlandia ada 0.5 kasus per juta pasien tiap tahunnya. Di Denmark, ada 0.1-0.2 kasus per juta pasien tiap tahunnya.

Usia rata-rata mulai terjadi (onset) ZES adalah 43 tahun. Intervalnya antara 30-50 tahun. Riset prospective terbaru menunjukkan 3% pasien yang berusia kurang dari 20 tahun dan 7% pasien yang berusia lebih dari 60 tahun baru mulai terserang ZES. Pasien ZES termuda adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun. Biasanya terjadi keterlambatan dalam memastikan diagnosis sekitar 5-7 tahun.

enyakit

Pemrograman Mikro

PENGERTIAN :
kendali microprogrammed menawarkan suatu pendekatan yang lebih terstruktur untuk merancang unit kendali logika (CLU) dibandingkan dengan kendali hard-wired. Rancangan microprogrammed relatif mudah diubah-ubah dan dibetulkan,menawarkan kemampuan diagnostik yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan daripada rancangan hard-wired. Karena waktu akses memori kendali ROM menentukan kecepatan operasi CLU maka kendali microprogrammed mungkin menghasilkan CLU yang lebih lambat dibandingkan dengan kendali hard-wired.Alasannya adalah bahwa waktu yang diperlukan untuk menjalankan suatu instruksi-mikro juga harus mencakup waktu akses ROM. Sebaliknya, suatu keterlambatan dalam CLU hard-wired hanya mungkin disebabkan oleh keterlambatan waktu penyebaran melalui perangkat keras, yang relatif sangat kecil. Bagaimanapun juga, ilmu ekonomi kelihatannya lebih menyukai kendali hard-wired hanya jika sistem itu tidak terlalu kompleks dan hanya memerlukan beberapa operasi kendali.

Komputer mikro (Inggris: microcomputer) adalah sebuah kelas komputer yang menggunakan mikroprosesor sebagai CPU utamanya. Komputer mikro juga dikenal sebagai Personal Computer (PC), Home Computer, atau Small-business Computer. Komputer mikro yang diletakkan di atas meja kerja dinamakan dengan desktop, sedangkan yang dapat dijinjing (portabel) dinamakan dengan Laptop, karena sering diletakkan di atas paha. Ketika komputer mikro pertama kali muncul ke pasaran, komputer jenis ini dianggap sebagai perangkat yang hanya digunakan oleh satu orang saja, yang mampu menangani informasi yang berukuran 4-bit, 8-bit, atau 16-bit (dibandingkan dengan minicomputer atau mainframe yang mampu menangani informasi lebih dari 32-bit) pada satu waktunya. Pengembangan lebih lanjut, menjadikan klasifikasi antara mainframe, minicomputer dan komputer mikro menjadi tidak relevan lagi, karena komputer mikro yang baru mampu menangani informasi 32-bit, atau 64-bit dalam satu waktunya, sama seperti halnya mainframe atau minicomputer. Selain itu, komputer mikro juga sekarang telah mendukung banyak pengguna dalam satu waktunya. komputer mikro didesain untuk digunakan di dalam rumah, sekolah, atau perkantoran.
Lihat juga Mainframe, Minicomputer


Berikut ini adalah beberapa jenis komputer mikro yang pernah beredar (Daftar ini tidak lengkap):
* Altair 8800
* Tandy TRS-80
* IBM PC/kompatibel (Desktop)
* IBM PC/kompatibel (Laptop)
* Apple I
* Apple II
* Apple Lisa
* Apple Macintosh
* Apple iMac
* Apple MacMini
* Apple PowerMac
* Apple PowerBook
* Apple iBook
* Apple MacBook